Goodluck to You, Leo Grande: Self Love dan Menjadi Diri Sendiri - Ulasan Film
Bercerita tentang miss Robinson, atau Nancy Stokes yang diperankan oleh aktris Emma Thompson. Seorang guru agama yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan cara yang membosankan. Setelah kepergian suaminya, kemudian dia memutuskan untuk eksplorasi kehidupan seksualnya yang terkesan biasa saja dan membosankan selama bersama almarhum suaminya. Hingga dia bertemu dengan Leo Grande, seorang gigolo muda yang dia pesan melalui aplikasi kencan.
Dia yang awalnya begitu canggung karena ini merupakan hal pertama kali untuknya dan juga merupakan hal yang tabu untuk dia lakukan sebagai seorang guru agama di sekolah yang terkenal taat dan cukup kolot dengan semua peraturannya. Namun dengan profesionalitas Leo Grande, akhirnya bisa meluluhkannya dan kemudian membuatnya sampai repeat order berkali-kali terhadap Leo.
Menariknya dari film ini adalah bagaimana kita melihat di sini sebuah masalah modern yang selama ini masih begitu tabu untuk dibicarakan secara publik di ruang-ruang publik, yaitu tentang kebutuhan seksual, regulasi prostitusi, juga bagaimana untuk tidak malu dengan diri sendiri tanpa memusingkan memikirkan pendapat orang lain terhadap diri.
Beberapa hal sensitif yang dibahas pun terasa begitu dekat dengan fenomena yang ada di masyarakat sekarang. Di mana pekerja seks seperti Leo Grande, yang masih belum diregulasi dengan benar, padahal kebutuhannya dan keberadaan sudah lumrah di masyarakat. Di mana hal tabu itu kemudian menjadi suatu rahasia yang terkadang justru membahayakan karena tanpa regulasi yang jelas. Masih terkurung dengan stigma betapa buruknya pekerjaan para pekerja seks, padahal di masyarakat prakteknya berjalan dengan lancarnya mengingat kebutuhan akannya juga banyak.
Aku jadi ingat dengan pembahasan Pandji Pragiwaksono di salah satu penampilan Stand-Up-nya dia tentang regulasi pekerjaan prostitusi. Aku yang juga merasa setuju dengan regulasi prostitusi, sama seperti halnya regulasi minuman beralkohol. Dengan adanya regulasi tentu pekerjaan yang tinggi risiko seperti ini bisa menjadi lebih aman untuk semua orang. Hal tabu yang terlalu ditutupi secara munafik seperti ini pada akhirnya membawa bahaya kepada orang-orang yang justru tidak ikut terjun ke dalam dunia tersebut, seperti halnya ibu rumah tangga yang terkena HIV hanya karena suaminya sering jajan di luar, dari ibu yang terkena HIV itu kemudian menularkan kepada bayinya yang baru dilahirkan. Tentu ini menjadi masalah yang harusnya dibicarakan tanpa rasa naif lagi dewasa ini.
Kesimpulannya secara keseluruhan film ini menarik, meskipun begitu sensitif tapi aku merasa kita perlu mendengar aspirasi yang coba mereka ingin sampaikan melalui film ini. Jika kalian mencari rekomendasi film yang nakal tapi tetap insightful, film satu ini bisa banget jadi pilihan.
Sekian. Sampai bertemu lagi dalam ulasan film berikutnya.

0 Response to "Goodluck to You, Leo Grande: Self Love dan Menjadi Diri Sendiri - Ulasan Film"
Posting Komentar